Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU (LWPNU) menyelenggarakan rapat koordinasi nasional dengan tema “Penguatan Wakaf NU: Optimalisasi, Identifikasi dan Pengembangan”. Acara ini diselenggarakan pada Ahad (14/1) di Gedung PBNU Lt. 8,
Jakarta Pusat. Salah satu agenda utama Rakornas ini adalah mensosialisasikan Peraturan Perkumpulan (PERKUM) yang telah dirumuskan oleh PBNU sebagai payung hukum bagi LWPNU dalam menjalankan kegiatannya.
“InsyaAllah, Gus Nur Hidayat sudah menyampaikan PERKUM yang disusun oleh PBNU dan akan kita sosialisasikan agar kegiatan ini menjadi landasan dasar atau payung hukum kita dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan tanah dan harta wakaf di setiap wilayah tanah air untuk warga nahdiyyin. Maka dengan adanya perkum ini, insyaallah mulai bulan depan kita sudah bisa memulai kegiatan,” jelas Presiden LWPNU Mardini.
Mardini mengakui bahwa tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan lembaga wakaf sangat berat. Oleh karena itu, ia mendorong para pengurus untuk memberikan donasi untuk kepentingan NU. “Terus terang, pengurus wakaf itu malas dan enggan. Tetapi jika Anda menjadi pengurus LAIZSNU, Anda akan menjadi amir segera setelah orang mendedikasikan zakat mereka. Tapi kalau jadi pengurus LAIZSNU, bisa langsung dapat amirin kalau ada yang berzakat,” ujarnya.
Lebih lanjut Mardini mengungkapkan bahwa LWPNU masih memiliki program yang tertunda, yaitu pembangunan Rumah Sehat BAZNAS di Kawi Kawi. Bangunan seluas 3.500 meter ini seharusnya selesai dibangun pada Desember 2023, namun terhenti karena tidak adanya mandat dan dukungan dana. Ia pun berharap melalui rakornas ini, pembangunannya dapat dilanjutkan dan diselesaikan dengan baik.
“Jika diberi kesempatan, melalui Gus Uhlil, kami bisa menyelesaikannya dengan dana minimal sekitar Rp3 miliar. Jika sudah selesai, yang perlu kita lakukan adalah membeli peralatan medisnya. Kami telah berjanji bahwa ini akan diserahkan kepada institusi medis. Namun, sangat disayangkan hal ini belum terselesaikan”.
Terakhir, beliau mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pengurus yang telah menyukseskan acara Rakornas ini.
“Saya ingin berterima kasih kepada panitia penyelenggara dan semua pendukung acara ini. Tentu saja, saya juga ingin berterima kasih atas semua dukungan dan kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian yang telah membuat acara ini bisa berjalan dengan baik hari ini’, pungkasnya.
Seperti halnya Mardini, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdallah juga mendukung Rakornas. Ia juga mendorong LWPNU untuk meningkatkan kinerjanya. Untuk itu, ia juga meminta LAKPESDAM untuk turut serta mengoptimalkan kinerja lembaga wakaf.
“Dan saya juga meminta kepada teman-teman LAKPESDAM, kali ini diwakili oleh Bapak Ufi Ulfiah, untuk membantu kami dalam mengoptimalkan kinerja lembaga-lembaga wakaf.
Dalam kesempatan ini, LWPNU menandatangani perjanjian kerja sama dengan beberapa pemangku kepentingan, termasuk Bank Danamon Syariah dan Prudential Syariah, sementara para peserta Rakornas menyaksikan penandatanganan yang dilakukan oleh Bapak Mardini dan Bapak Yatno Sukendar, Syariah CREM Operations and Administration Officer Bank Danamon Syariah yang diwakili oleh Bapak Mardini dan Bapak Paul Setio Kartono, Direktur Keuangan Syariah dari Prudential Syariah.
Rakornas ini akan membahas beberapa hal terkait tata cara pengelolaan wakaf yang terbagi dalam lima komisi. Yaitu: 1) inventarisasi dan konsolidasi aset; 2) identifikasi dan advokasi aset bermasalah; 3) model optimalisasi dan pengembangan aset; 4) tata kelola wakaf NU; dan 5) manajemen kelembagaan LWP. (YUDO)