Pati (Jumat, 31-05-2024) Lembaga Wakaf Dan Pertanahan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LWP PBNU) Kembali Menggelar Seminar Literasi & Inklusi Wakaf Bekerja Sama Dengan Kemenag RI Dan Prudential Syari’ah Di Kampus Instutut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati Jawa Tengah. Kegiatan Literasi Dan Inklusi Wakaf Ini Merupakan Edisi Ke Sembilan (9) Tour LWP PBNU Ke Berbagai Kota/Kabupaten Di Indonesia.
Kegiatan Seminar Dibuka Oleh KH. Abdul Ghaffar Rozin, Ketua PWNU Jawa Tengah Sekaligus Rektor IPMAFA. Gus Rozin, Sapaan Akrab Beliau, Menegaskan Bahwa Seminar Literasi & Inklusi Wakaf Semacam Ini Sangatlah Penting Dan Menjadi Concern PWNU Jawa Tengah Dalam Rangka Membangun Ekosistem Dunia Perwakafan Yang Produktif Bagi Umat.
“Kami Perlu Mengambil Peran Dalam Furshah ‘Adhimah (Kesempatan Besar) Ini. Sebab, Wakaf Butuh Revitalisasi, Diperlukan Kerja Sama, Hubungan Yang Bersifat Partnership Di Antara Berbagai Pihak. Sebaiknya Hubungan Pemerintah Dengan NU Berlaku Secara Seimbang”, Tegas Gus Rozin.
Gus Rozin Juga Menegaskan Bahwa Perbedaan Antara Organisasi Atau Perkumpulan Nahdlatul Ulama Dengan Organisasi Lain Adalah Jika Organisasi Lain Dana Sudah Ready Dari Atas Tapi Di NU Aset Nya Ada Di Bawah. Maka Dibutuhkan Strategi Berbeda Bagaimana Cara “Menyongget” Dan Bagaimana Cara Strategi “Menyedot” Aset-Aset Yang Dimiliki.
Mohammad Dawam Mewakili Ketua LWP PBNU Menyampaikan Bahwa Kegiatan Tour Seminar Literiasi & Inklusi Wakaf Yang Dilakukan LWP PBNU Didasarkan Atas Tiga Hal, Yakni Pertama Dalam Rangka Membangun Spirit Dan Motivasi Pengelolaan Wakaf (Shilatul Arwah), Kedua Dalam Rangka Membangun Gagasan Pengelolaan Wakaf (Shilatul Afkar) Dan Ketiga Dalam Rangka Membangun Kerjasama Program (Shilatul A’mal) Dalam Hal Mengelola Ekosistem Perwakafan Dan Pertanahan Di Lingkungan NU Agar Semakin Bermanfaat Nyata Dan Terukur Bagi Umat.
“Potensi Pengelolaan Wakaf Dan Pertanahan Ini Akan Sangat Produktif Jika Dilaksanakan Dengan Cara Yang Profesional. Saya Berharap Pengelolaan Wakaf Ke Depan Dengan Melibatkan Kalangan Profesional Agar Manfaatnya Nanti Terasa Nyata Bagi Masyarakat Luas, Termasuk Di Jawa Tengah Ini”, Harapan Gus Dawam Yang Juga Menjabat Sebagai Komisioner Kompolnas RI.
Dalam Materi Seminar, H. Anas Nasikhin, Wakil Sekretaris LWP PBNU Sekaligus Sekretaris BWI, Menyatakan Dulu Di Era Akhir 1980 Dan Awal 1990-An, P3M (Perhimpunan Pemberdayaan Pesantren Dan Masyarakat) Membuat Semacam “Pilot Project” (Proyek Percontohan) Di 4 Pesantren; Kajen, Cipasung, Nurul Jadid Dan Guluk-Guluk Sumenep. Ini Terinspirasi Gagasan Nuansa Fiqh Sosialnya Kyai Sahal.
“Bahwa Khidmah Sosial Pesantren Dan NU Secara Kelembagaan Kedepan Harus Semakin Variatif, Relevan, Dan Memenuhi Kebutuhan Zaman, “Muqtadhal Haal”. Oleh Karenanya LWP PBNU Mengajak Asuransi Prudential Syariah Untuk Terlibat Bersama,” Tuturnya.
H. Muhibuddin Mewakili Direktur Pemberdayaan Zakat Dan Wakaf Kemenag RI, Dalam Paparannya Menyatakan Bahwa Kemenag RI Akan Terus Berkomitmen Mendukung Pengembangan Program-Program Perwakafan Di Indonesia Sebagaimana Acara Seminar Literasi & Inklusi Wakaf Yang Digagas LWP PBNU Di Kampus IPMAFA Pati Ini.
Harpedi Puseto Selaku Vice Presiden Prudential Menyatakan Konsep Pengelolaan Wakaf Uang Sebagai Dana Abadi Umat Di Lingkungan NU Dibutuhkan Kepercayaan Masyarakat. “Bayangkan Jika Warga NU Mewakafkan Secara Massif, Potensi Besar Sekali. Kami Insya Allah, Akan Terus Melanjutkan Kerja Sama Dengan LWP PBNU Ke Depan,” Tuturnya.
Seminar Ini Diikuti Oleh Pengurus NU Dari Tingkat MWC Dan PCNU Se Wilayah Eks Keresidenan Pati (Pati, Jepara, Kudus, Grobogan, Rembang, Lasem, Dan Blora). Adapun Peserta Yang Hadir Dalam Seminar Ini Berjumlah 150 Peserta.